Kegiatan Yapkema terkait pemberantasan Malaria Oktober 2016 – Yapkema

Jayapura, Jubi – Direktur Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) Paniai, Hanok Herison Pigai mengakui, Kabupaten Paniai tergolong daerah endemis malaria dengan kategori Anual Parasit Insiden (API) sedang.

Namun, menurut Hanok, ada tiga distrik yaitu Bayabiru, Siriwo, dan Youtadi tergolong daerah yang cukup rawan terhadap penyakit tersebut. Penyakit malaria bisa membuat orang sakit sampai menderita dan membuat cacat dan pikun pada anak. Penyakit ini telah merengut jutaan nyawa di dunia.

Dikatakan Pigai, kasus malaria dapat ditemukan di hampir semua distrik di Paniai. Mereka yang terserang malaria tersebut pasti melakukan perjalanan ke Nabire dan Timika, atau ke distrik yang endemis malaria.

“Hal ini sudah saya sampaikan pada acara monitoring evaluasi akhir tahun 2016 program pemberantasan malaria Perdhaki di Bali,” kata Hanoc Herison Pigai kepada Jubi, Kamis (8/12/2016).

Sehingga, katanya, parasit yang ada dalam tubuhnya dapat menimbulkan malaria. Sekalipun seputaran danau Paniai tidak terdapat nyamuk yang dapat membawa parasit malaria.

Karena itu, lanjut Hanok, untuk menanamkan upaya hidup bersih dan pengobatan dini, Yapkema telah mendirikan empat Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) di kampung Epouto, Mogeya, Bibida dan Obaiyoweta.

“Di UKBM kita mengadakan penyuluhan, pengobatan, pembagian kelambu, dan lain-lain, jadi UKBM digerakkan atau dijalankan oleh kader masyarakat setempat, direkrut dan dilatih oleh Yapkema bersama program malaria Perdhaki dan Yayasan Caritas Timika,” ungkapnya.

Demi memberantas penyakit tersebut, Kepala Puskesmas Epouto, Dolince Kayame mengatakan dengan pihaknya akan bekerja semaksimal agar berguna bagi masyarakat setempat.

“Unit kesehatan berbasis masyarakat akan menyentuh bagi masyarakat dan kegiatan ini kami akan jalankan terus,” ujar Kayame. (*)

Sumber: Tabloidjubi.com

Share

No Comment

Comments are closed.