Ketua LSM YAPKEMA, Hanok Pigai (kiri) menyerahan Sertifikat dan Panduan Modul Kopi kepada Kepala Dinas Perindagkop, Andreas Gobai (kanan) di Kantor Perindagkop Dogiyai, Kamis (29/06) – YD/Beko.

Caption    : Ketua LSM YAPKEMA, Hanok Pigai (kiri) menyerahan Sertifikat dan Panduan Modul Kopi kepada Kepala Dinas Perindagkop, Andreas Gobai (kanan) di Kantor Perindagkop Dogiyai, Kamis (29/06) – YD/Beko.

Dogiyai, Majalah Beko – – Kepala Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Dogiyai, Andreas Gobai mengapresiasi dua sertifikat ‘Pelatihan Kopi Arabika’ tingkat nasional yang diterima Ketua LSM YAPKEMA, Hanok Pigai di Palembang belum lama ini.

“Kami, Perindagkop Dogiyai memberikan hebat Hanok Pigai yang mengikuti pelatihan di Palembang, mendapat juara dan akhirnya dapat sertifikat dua. Karena, bagian Meeuwo yang hanya terkenal Kopi Arabika,” ungkapnya.

Andreas juga mengatakan, pelatihan tersebut diikuti Hanok mewakili Papua dan Papua Barat.

“Hanok Pigai figur pengelola Kopi Arabika, sebab dia terkenal di Meeuwo, bahkan Papua pada umumnya, karena mengikuti pelatihan mewakili dua Provinsi, Papua dan Papua Barat,” kata Gobai.

Dikatakan Andreas lebih lanjut, Perindagkop Dogiyai tidak mengikuti pelatihan tersebut akibat tidak ada dana.

Selain itu, untuk memberdayagunakan Kopi Arabika, Andreas meminta perhatian khusus pemerintah daerah.

“Kepada bakal calon bupati dan wakil bupati bisa memperhatikan Kopi Arabika sebagai salah satu program dalam 5 tahun ke depan,” pintanya.

Sementara itu, Ketua LSM YAPKEMA, Hanok Pigai mengatakan, Kopi Arabi tidak hanya praktis, tetapi sekarang, ada panduan teori.

“Sebab modul teori kami dari LSM YAPKEMA selama mengikuti kegiatan pelatihan dilatih pelatih dan sudah menyerahkan sertifikat dan modul ke Dinas Perindagkop. Untuk itu, bagaimana mengembangkan Kopi dan sudah ditanam Kopi Arabika oleh orang tua kami setiap kampung yang ada di Kabupaten Dogiyai khususnya dan bagian Meeuwo pada umumnya,” ungkapnya.

Untuk mengembangkan Kopi Arabi di Dogiyai, Hanok mengatakan, dirinya siap berbagi teori yang didapat selama pelatihan.

“Saya siap bagikan kepada masyarakat dan tidak ragukan bagi masyarakat, sebab mereka selalu menanam hingga panen kopi,” ucap Hanok.

Dua sertifikat ‘Pelatihan Kopi Arabika’ tingkat nasional itu beserta modul teori Kopi Arabika diserahkan Hanok kepada Andreas di Kantor Dinas Perindagkop Dogiyai, Kamis (29/09).

(YD/Beko)

Sumber: Majalah Beko

Share

No Comment

Comments are closed.