Para supir ojek yang menjadi peserta penyuluhan HIV/AIDS dan tes VCT Yapkema 18 Juni 2017 di Enarotali, Paniai – Yapkema dok

Paniai, Jubi Lembaga Swadaya Masyarakat Yayasan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (LSM Yapkema) Papua yang selama ini bergerak di wilayah adat Meepago prihatin dengan tingginya angka penularan HIV/AIDS di Papua, terutama di Meepago yang lebih banyak melalui hubungan seksual.
 
Untuk menangani itu, LSM Yapkema mengadakan dua kegiatan dalam sehari, sosialisasi bahaya dan pemeriksaan HIV/ AIDS kepada puluhan pengojek yang beroperasi di Enarotali, Paniai,  bertempat di aula TK/Paud Yegeka Bobaigo, Sabtu, (17/6/2017).
 

Kegiatan penyuluhan HIV/AIDS dan tes VCT dilakukan Yapkema untuk para Supir Ojek di Enarotali, Paniai 18 Juni 2017. Ance Boma (kiri) tampak memberikan petunjuk – Yapkema dok

Bidang Penyuluhan HIV/AIDS Yapkema, Ance Boma mengatakan kegiatan tersebut difokuskan kepada pengojek karena mereka dapat dikategorikan sebagai kelompok berisiko tinggi. Apalagi pengojek di Paniai lebih banyak datang dari luar Papua tanpa istri.
 
Ia mengatakan, kegiatan tersebut bekerjasama dengan Puskesmas Enarotali atas dukungan KPAI dan PKBI dan didanai oleh Global Fund melalui program penjangkauan WPS.
 
“Agar ada perubahan perilaku bagi kelompok resiko tinggi ini dan dapat mencegah diri sejak dini,” ungkap Ance Boma ketika ditemui Jubi di kantor Yapkema Paniai, Senin (19/6/2017).
 
Boma menjelaskan, kegiatan tersebut dihadiri 28 pengojek. Ia berharap supaya peserta dapat mempromosikan manfaat dari tes HIV dan pengobatan dini melalui layanan dan penjangkauan.
 
“Serta mereka mampu memberikan informasi dan mengajak sesama pengojek ke layanan VCT Puskemas Enarotali maupun RSUD Paniai di Madi,” lanjutnya.
 
“Selain itu kami memperkenalkan fasilitas kesehatan yang tersedia di Paniai agar mereka ambil peran untuk menyosialisasikan pada penumpang maupun juga kepada teman-temannya.”
 
Seorang  peserta, Akbar (32) mengaku menjadi paham apa sebenarnya bahaya HIV/ AIDS, sebab hampir tiap waktu hanya mencari penumpang ketimbang melakukan pemeriksaan darah di Puskesmas ataupun RSUD.
 
“Kegiatan ini benar-benar membuat saya paham, ini sangat membantu apalagi kita langsung diperiksa, ini bagus,” katanya. (*)

Sumber: tabloidjubi.com 

Share

No Comment

Comments are closed.