pemeriksaan-HIV-AIDS-DI-Paniai-EveerthPANIAI – Dalam aksi demonstrasi di Enarotali, Senin (15/8), warga masyarakat Paniai mempertanyakan kinerja instansi terkait lantaran tidak adanya kegiatan penyuluhan tentang HIV/AIDS.

Data yang dipaparkan orator, diketahui bahwa dana penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Paniai pada tahun anggaran 2014 sebesar Rp 5 Miliar. Namun, kata dia, hingga memasuki triwulan ketiga, dana tersebut diduga belum dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Seorang pemuda dalam orasinya menyebutkan fakta buruknya kesehatan terutama dengan merebaknya virus mematikan itu harus ditanggulangi secara efektif. Perlu ada kegiatan penyuluhan kepada masyarakat akar rumput sebagai langkah awal penyadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri, lingkungan, dan menghindari aktivitas fatal yang bisa berakibat terhidapnya HIV.

“Masyarakat butuh informasi tentang penyakit, termasuk HIV itu harus diketahui. Kami mau ada penyuluhan, tetapi kenapa tidak adakan kegiatan. Pakai dana yang sudah dianggarkan itu,” teriak pemuda dengan nada tinggi.

Massa minta agar upaya penanggulangan terhadap HIV dan AIDS di daerah ini, tidak hanya terhenti pada pemeriksaan secara seremonial pada tahun lalu di lapangan Karel Gobai Enarotali.

Direktur YAPKEMA Paniai, Henok Pigai mendukung hal itu. Menurutnya, angka HIV saat ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, ia berharap, kegiatan pencegahan dan penanggulangan lebih diefektifkan dengan dukungan dana dan tenaga lapangan.

Keluhan warga melihat tiadanya program riil, kata dia, dapat dimaklumi karena belakangan ini hampir tidak ada kegiatan penanggulangan yang dilakukan di tengah masyarakat 10 distrik.

“Program penanggulangan tidak cukup hanya dengan periksa darah bagi para pegawai dan pasien saja tanpa upaya tindaklanjut,” ujar Henok.

 

Pemadaman Listrik dan CPNSD

Dalam aksi yang sama, warga juga mempertanyakan alasan pemadaman listrik oleh PLTD Enarotali. Layanan listrik di kota ini dinilai tidak maksimal, sebab pemadalaman dilakukan secara tak beraturan dan tanpa alasan dan faktor penyebab yang jelas.

Beberapa sumber menyebutkan, sudah banyak kali pemadaman listrik berlangsung lebih dari dua hari. Seperti yang terjadi pada Jumat (22/8) malam, tidak ada layanan listrik dengan tanpa ada alasan yang bisa meyakinkan publik. Praktis, Enarotali selama empat hari terakhir ini berubah menjadi kota mati, jika malam hari senyap sekali karena gelap gulita melanda Kota Tua ini.

Persoalan lain yang diusung dalam aksi kali ini adalah tentang pengumuman seleksi CPNSD Kabupaten Paniai formasi 2013. Menurut pendemo, hasil tersebut sangat mengecewakan bagi tenaga honorer, juga pencari kerja yang ikut seleksi pada tahun lalu. (ecu)

Sumber: papuaposnabire.com.

No Comment

Comments are closed.