Pasar Kopi di ajang Jakarta Coffee Week 2017 – otten coffee

Jakarta, Yapkema (14/9/2017) – Sebanyak 50kg biji kopi (green bean) arabika Dogiyai yang ditanam di Kampung Pautadi, Dogiyai diterbangkan ke Jakarta untuk ikut dalam ajang Pasar Kopi di acara Jakarta Coffee Week (JACOWEEK) 2017 yang diselenggarakan pada 8-10 September 2017 di HYPE Land, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Barat.

Petani arabika Dogiyai, Bapak Deki Pigai (kanan) bersama Hanok Herison Pigai (kiri) di lokasi penjemuran kopi milik Deki Pigai di bawah pembinaan Yapkema – Yapkema dok

Biji hijau kopi arabika Dogiyai milik petani kopi binaan Yayasan Pengembangangan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) Papua yang telah melalui proses full washed ini habis terjual di Pasar Kopi.

Ini adalah area favorit. Selain bisa bertemu langsung dengan para petani yang kopi-kopinya selama ini termasuk idola—seperti kopi dari Papua—juga dapat menemukan kopi-kopi single origin yang baru dikenal namanya.

“Sejak awal kami memang diinformasikan bahwa arabika Dogiyai ini banyak yang cari. Jadi membawa 50 kg sebetulnya tidak cukup, minimal 100kg” kata Hanok Herison Pigai, Direktur Yapkema yang juga memiliki sertifikat pelatih dalam pengembangan kopi hulu-hilir.

Hanok memaparkan keikutsertaan kopi arabika Dogiyai dengan merk dagang ‘Enauto’ oleh Yapkema tersebut dimungkinkan berkat kerjasama lembaga ini dengan SCOPI atau Sustainable Coffee Platform of Indonesia. SCOPI adalah penyelenggara acara Pasar Kopi di JACOWEEK 2017, yang mendatangkan para petani dan ketua Kelompok Tani dari 15 provinsi untuk menggelar dan menawarkan kopi andalan mereka masing-masing.

Para pendukung acara, jaringan serta anggota SCOPI

YAPKEMA adalah anggota SCOPI, dan Hanok mendapat sertifikat pelatih kopi dari pelatihan yang diselenggarakan SCOPI tahun 2016 lalu. Pada kesempatan itu ia dengan sigap mengenalkan green bean arabika Enauto Dogiyai milik petani dari Pautadi, Dogiyai ke khalayak pecinta kopi di Jakarta dan pengunjung-pengunjung mancanegara.

“Kalau tidak dibatasi per orang hanya boleh membeli 1 kg, mungkin sejak hari pertama Kopi Dogiyai sudah habis. Ini ada pembeli dari Jerman, dia bersemangan sekali,” ujar Hanok.

JACOWEEK 2017 ini diselenggarakan oleh ABCD School of Coffee dan HYPE Project bekerjasama dengan Bank Mandiri dalam rangkaian panjang Pesta Kopi Mandiri. Kehadiran petani kopi turut membantu perdagangan langsung antara petani dengan para penggiat industri kopi lainnya, seperti: juru sangrai, juru seduh, juga pemilik kedai kopi.

“Dengan diadakannya JACOWEEK 2017 ini diharapkan dapat menguatkan industri kopi spesialti Indonesia supaya tidak menjadi tren sesaat melainkan budaya dan gaya hidup, hingga tercipta keberlangsungan yang terus bertumbuh.” Tutur Ve Handojo, salah satu penggagas ABCD School of Coffee dikutip kopikini.com.

Terhitung sekitar 130 booth mengisi acara: mulai dari kedai kopi, rumah sangrai, penjaja mesin kopi, alat seduh, hingga petani-petani kopi Indonesia. SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesiaberperan besar dalam menghadirkan para petani kopi dari 17 provinsi di Indonesia dalam Pasar Kopi.

Acara yang dihadiri lebih dari 13.700 dalam tiga hari itu, dengan nilai transaksi mencapai 3 miliar rupiah, juga menghadirkan sesi cupping kopi yang telah disangrai dari 45 petani yang hadir. Sesi cicip kopi diikuti oleh para Q-Grader dan pelaku industri kopi. Usai sesi cicip kopi kemudian dipilih satu kopi yang akan dinobatkan menjadi Kopi Terbaik JACOWEEK 2017.

Sesi cupping kopi di acara JACOWEEK 2017 – kopikini.com

Dua piala pemenang pun jatuh ke satu kopi hasil perkebunan Kayu Aro Kerintji dari kota Jambi yang dikelola oleh Bapak Triyono. Dengan total nilai kopi 84,55 dan dipilih oleh 35 peserta dari 96 total pengunjung yang mengikuti sesi cicip kopi bersama.

Tetapi Enauto Dogiyai juga tidak ketinggalan. Walau belum berhasil di tempat pertama, penilaian cupping terhadap Enauto Dogiyai menempatkannya di posisi ketiga dengan nilai 84.10. Cukup luar biasa untuk sebuah pemrosesan kopi yang baru masuk kategori ujicoba di Dogiyai.

Bagi Yapkema, keikutsertaan Enauto di Pasar Kopi di JACOWEEK berperan penting dalam dua hal, yakni gambaran peluang pasar dan peringkat rasa Kopi Enauto Dogiyai.

“Mendapat peringkat rasa ketiga dari tes cupping serta sambutan luar biasa dari pembeli terhadap kopi arabika Dogiyai, saya semakin optimis akan masa depan pengembangan kopi arabika Dogiyai. Asalkan pasokan biji kopinya terjamin,” kata Hanok.

Dia menambahkan pekerjaan paling mendesak saat ini adalah terus menggalakkan semangat petani menanam kopi. “200 pohon kopi perkeluarga, saya sudah berkali-kali mempromosikan hal ini. Kita sudah punya bibit yang banyak. Sekarang yang dibutuhkan semangat masyarakat untuk menanam, dan keseriusan pemerintah kabupaten meregulasikan ini menjadi suatu peraturan daerah. Kedua hal ini adalah tantangan utama pengembangan kopi arabika kita di Tanah Papua,” kata dia.(*)

Share

No Comment

Comments are closed.